Nathan Tjoe-A-On Resmi Lepas dari Swansea, Jadi Pemain Diaspora Timnas Keenam Tanpa Klub! Apakah Liga 1 Jadi Pelabuhan Berikutnya?
Koran Tasikmalaya- Musim panas 2025 menjadi masa transisi yang cukup pelik bagi beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Terbaru, Nathan Tjoe-A-On resmi bergabung dalam daftar pemain diaspora yang berstatus tanpa klub, setelah mengakhiri kontraknya lebih awal dengan Swansea City, klub kasta kedua Liga Inggris atau EFL Championship. Dengan ini, Nathan menjadi pemain keenam dari skuad Garuda yang menghadapi ketidakpastian karier di level klub.
Sebelumnya, ada lima nama yang sudah lebih dulu meninggalkan tim mereka namun belum memastikan masa depan: Thom Haye, Justin Hubner, Rafael Struick, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama. Kini, satu per satu dari mereka mulai dikaitkan dengan klub-klub Liga 1 Indonesia. Apakah Nathan akan mengikuti jejak serupa?

Baca Juga : STISIP Tasikmalaya Punya Pemimpin Baru, Siapa Sosok Harisman?
Kontrak Berakhir Lebih Cepat, Nathan Resmi Pisah Jalan dengan Swansea
Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (18/6/2025), Swansea City menyatakan bahwa mereka dan Nathan telah sepakat untuk mengakhiri kontrak lebih awal. Padahal, kontrak Nathan seharusnya baru berakhir pada Juni 2026.
“Swansea City dapat mengonfirmasi bahwa Nathan Tjoe-A-On telah meninggalkan klub setelah kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kontraknya lebih awal,” tulis Swansea dalam situs resminya.
Pemain yang kini berusia 23 tahun itu sebenarnya direkrut Swansea dari Excelsior pada musim panas 2023. Namun selama dua tahun memperkuat klub Wales tersebut, kontribusinya sangat minim. Nathan hanya mencatatkan tiga penampilan dengan total 127 menit bermain. Bahkan, ia sempat dipinjamkan ke SC Heerenveen di Belanda pada awal 2024, namun gagal mendapat tempat reguler juga.
Gelombang Diaspora Tanpa Klub: Fenomena atau Kesempatan Baru?
Nathan bukan satu-satunya pemain Timnas yang berada dalam situasi ini. Sebelumnya, lima nama lainnya lebih dulu mengakhiri hubungan dengan klub mereka:
-
Thom Haye meninggalkan Almere City (Belanda)
-
Justin Hubner pisah dari Wolverhampton Wanderers (Inggris)
-
Rafael Struick tak lagi bersama Brisbane Roar (Australia)
-
Jordi Amat cabut dari JDT (Malaysia)
-
Shayne Pattynama mengakhiri masa di KAS Eupen (Belgia)
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus membuka peluang baru, khususnya bagi klub-klub di Liga 1 Indonesia yang ingin memperkuat skuadnya dengan pemain berpengalaman internasional.
Liga 1 Indonesia, Opsi Logis untuk Karier Baru Nathan?
Dengan minimnya waktu bermain di Eropa dan kontrak yang telah berakhir, opsi kembali ke Asia—terutama Liga 1—menjadi langkah realistis. Beberapa pemain diaspora lain sudah mulai dikaitkan dengan klub-klub Tanah Air. Misalnya, Thom Haye dan Jordi Amat yang dirumorkan tengah didekati oleh Persija Jakarta, serta Rafael Struick yang santer diberitakan masuk radar Bali United.
Nathan sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait tujuan selanjutnya, namun dengan status bebas transfer dan usia yang masih muda, ia memiliki banyak peluang untuk membangun kembali kariernya di level klub.
Apa Selanjutnya untuk Nathan dan Diaspora Lainnya?
Fenomena banyaknya pemain Timnas Indonesia yang kini berstatus bebas agen menunjukkan bahwa karier sepak bola tak selalu berjalan mulus di luar negeri. Namun, hal ini juga membuka peluang bagi Liga 1 untuk menyerap pemain berkualitas yang telah mencicipi atmosfer sepak bola Eropa.
Pertanyaannya kini: Apakah Nathan Tjoe-A-On akan mengambil langkah berani untuk bermain di Liga 1 dan meraih menit bermain reguler? Atau justru ia masih akan menanti tawaran dari liga-liga lain di Asia atau Eropa?
Yang jelas, suporter Timnas Indonesia tentu berharap para pemain diaspora ini segera mendapatkan klub baru agar tetap berada dalam performa terbaik saat dipanggil memperkuat Garuda di laga internasional mendatang.












