Peneror Bom Sekolah Internasional Tangerang: Pelaku Minta Tebusan Rp 497 Juta,
Koran Tasikmalaya – Peneror Bom Sekolah Dunia pendidikan dihebohkan dengan aksi teror digital berbahaya. Sebuah sekolah internasional di wilayah Tangerang diteror melalui ancaman bom oleh pelaku tak dikenal yang menuntut tebusan sebesar Rp 497 juta. Pelaku menyampaikan ancaman melalui email yang dikirim secara anonim, memicu kepanikan di kalangan orang tua, guru, dan siswa.
Peneror Bom Sekolah Teror Bukan Sekadar Iseng, Tapi Terstruktur
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, pelaku tidak hanya mengirim ancaman bom, tetapi juga menyertakan koordinat serta deskripsi teknis penempatan bahan peledak. Hal ini membuat aparat tidak menganggap kasus ini sebagai teror iseng.
Ancaman dikirim secara sistematis. Format dan bahasa menunjukkan pelaku memiliki pemahaman soal sistem keamanan. Ini bukan sekadar prank,” ujar Kombes Pol Dedi Hartanto dari Polda Metro Jaya.
Email berisi ancaman dikirim kepada kepala sekolah dan sejumlah staf penting. Pelaku juga mencantumkan dompet kripto sebagai metode pembayaran, menunjukkan pola cyber extortion yang kini makin marak secara global.
Setelah proses pemeriksaan lebih dari dua jam, kami tidak menemukan benda mencurigakan. Namun, penyelidikan tetap berlanjut karena motifnya sudah masuk pemerasan digital,” jelas Kombes Dedi.
Baca Juga: Kembali Terjadi Pelemparan Kereta Api, Wajah Masinis Alami Luka
Ancaman terhadap Lembaga Pendidikan Meningkat
Insiden ini memicu kekhawatiran lebih luas mengenai keamanan siber di sektor pendidikan. Sekolah internasional, dengan sistem digitalisasi tinggi, kini menjadi target potensial bagi pelaku kejahatan dunia maya yang ingin mendapatkan uang dengan cepat.
Pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha, menyebut bahwa banyak lembaga pendidikan belum memiliki sistem pertahanan digital yang memadai.
Kebanyakan sekolah tidak memiliki tim IT yang siaga 24 jam atau sistem pendeteksi serangan siber. Mereka jadi target empuk,” ujarnya.
Pihak Sekolah Perkuat Sistem Keamanan
Menanggapi peristiwa ini, manajemen sekolah menyatakan akan meningkatkan sistem keamanan digital dan fisik, termasuk bekerja sama dengan pihak berwajib dan penyedia layanan keamanan siber profesional.
Keselamatan siswa adalah prioritas kami. Kami bekerja sama penuh dengan aparat dan ahli IT untuk mencegah kejadian serupa,” ujar perwakilan manajemen sekolah.
