1. Harga Cabai di Bengkulu Dari Rp 25.000 Jadi Rp 75.000 per Kg
Koran Tasikmalaya – Harga Cabai di Bengkulu Menurut pantauan BETVNEWS di salah satu pasar tradisional Kota Bengkulu, harga cabai (setan) telah meroket menjadi Rp 75.000 per kilogram, naik tajam dari kisaran sebelumnya yang jauh lebih rendah. Kenaikan ini terjadi dalam kurun waktu cukup singkat, seiring stok di pasaran yang menipis dan cuaca yang kurang mendukung panen.
2. Garis Waktu Pergerakan Harga: Gejolak Ekstrem
Kita simak perjalanan harga cabai dalam beberapa bulan terakhir:
Awal Tahun 2025: Harga cabai merah mencapai sekitar Rp 80.000 per kg, naik dari Rp 60.000 bulan sebelumnya
Pasca Lebaran (April 2025): Harga merosot drastis, turun ke kisaran Rp 23.000–25.000 per kg karena stok melimpah saat panen raya
Pasca Lebaran (Awal April): Turun dulu ke sekitar Rp 45.000–50.000 per kg sebelum akhirnya naik lagi
Terkini: Stabil ke angka Rp 75.000/kg (khusus cabai setan)
Baca Juga: Sosok Tiara Angelina, Tewas Dimutilasi Kekasih, Alvi Maulana Potong Tubuh Korban Jadi 65 Bagian
3. Faktor Penyebab Lonjakan Harga
Beberapa faktor kunci diduga berkontribusi terhadap lonjakan harga cabai:
Stok menipis dan panen tertunda: Banyak petani belum panen atau gagal panen akibat cuaca buruk sehingga pasokan lokal menyusut
Cuaca ekstrem dan musim hujan: Curah hujan berlebihan merusak tanaman cabai dan menurunkan hasil panen, memicu kenaikan harga di berbagai wilayah termasuk Bengkulu
4. Harga Cabai di Bengkulu Dampak terhadap Pedagang dan Pembeli
Pedagang: Menghadapi kebutuhan impor pasokan dari luar daerah—misalnya dari Lampung, Pulau Jawa—yang menekan margin keuntungan
Konsumen: Harga tinggi membuat masyarakat mengurangi konsumsi cabai atau beralih ke substitusi lain, berpotensi mengubah pola belanja rumah tangga.
5. Harga Cabai di Bengkulu Respons dan Harapan
Pedagang berharap pemerintah maupun dinas terkait dapat turun tangan melakukan pengaturan stok dan stabilisasi harga sehingga tidak menekan daya beli masyarakat maupun keuntungan pedagang.
Ringkasan dalam Tabel
| Periode / Statistik | Harga Cabai (per kg) | Catatan |
|---|---|---|
| Awal Tahun 2025 | ± Rp 80.000 | Kenaikan dari Rp 60.000 sebelumnya |
| Pasca Idul Fitri (April) | Rp 23.000–25.000 | Penurunan drastis akibat panen melimpah |
| Pasca Lebaran (Awal April) | Rp 45.000–50.000 | Harga relatif stabil tapi mulai naik kembali |
| Terkini | Rp 75.000 (cabai setan) | Lonjakan tajam akibat stok terbatas |
6. Opini Netizen: Saran Sederhana dari Warga
Di Reddit, ide sederhana mengundang perhatian:
Mempengaruhi inflasi tinggi… menanam cabai depan rumah saja bisa,” ujar Zulhas, menyarankan agar masyarakat menanam cabai sebagai langkah mitigasi
Komentar ini menangkap keresahan publik sekaligus menggarisbawahi urgensi diversifikasi serta kemandirian pangan lokal.
Penutup
Kenaikan harga cabai di Bengkulu dari sekitar Rp 25.000 ke Rp 75.000 per kilogram adalah contoh nyata fluktuasi harga pangan yang dipicu oleh faktor pasokan, cuaca, dan ketergantungan distribusi. Solusi jangka pendek seperti impor lokal perlu disikapi, serta skema jangka panjang seperti mendorong produksi lokal dan kebijakan stabilisasi menjadi penting.












