Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Pemilik Motor Servis Habis Rp20 Juta dan Saat Dibawa Sejauh 100 Meter Malah Rusak Lagi

Skintific

Pemilik Motor Servis Rp20 Juta, Jalan 100 Meter Malah Rusak Lagi

Koran Tasikmalaya – Pemilik Motor Servis  Bayangkan sudah mengeluarkan biaya servis motor hingga Rp20 juta, berharap kendaraannya kembali prima. Namun, betapa kecewanya seorang pemilik motor yang baru saja melakukan perbaikan besar, tapi setelah hanya berjalan 100 meter, motor itu kembali mengalami kerusakan.


Harapan dan Kenyataan yang Berbeda

Budi (nama samaran), pemilik motor yang tinggal di kawasan Jakarta Timur, menceritakan pengalamannya. Motor kesayangannya yang sebelumnya sering mogok, akhirnya diperbaiki di bengkel resmi dengan biaya yang tidak sedikit.

Skintific

“Saya pikir dengan servis mahal itu, motor saya bakal lancar. Tapi baru 100 meter dari bengkel, tiba-tiba mesin mati dan tidak bisa jalan lagi. Rasanya kecewa banget,” ujarnya dengan nada kesal.

Video Viral Bengkel Getok Biaya Servis Motor sampai Rp 2,7 Juta, Ini Tips Menghindari Teknisi Nakal


Baca Juga: Rincian APBN 2026 yang Disahkan DPR: Anggaran Pendidikan Rp 769 Triliun, MBG Rp 335 Triliun

Pemilik Motor Servis Masalah yang Terulang

Menurut Budi, kerusakan yang muncul kembali berkaitan dengan sistem kelistrikan motor yang sebelumnya sudah diperbaiki.


Konsumen Minta Tanggung Jawab Bengkel

Budi berharap bengkel bertanggung jawab dan melakukan perbaikan ulang tanpa biaya tambahan. “Kalau memang sudah bayar segitu, seharusnya servisnya tahan lama. Saya nggak mau terus-terusan keluar duit untuk masalah yang sama,” katanya.


Pelajaran untuk Konsumen

Kasus seperti ini sebenarnya cukup sering terjadi dan menjadi perhatian penting bagi konsumen otomotif. Beberapa tips agar servis motor tidak mengecewakan antara lain:

Pilih bengkel resmi atau yang punya reputasi baik,

Cek review atau rekomendasi dari pengguna lain sebelum servis.


Penutup

Cerita Budi adalah pengingat pentingnya transparansi dan kualitas dalam layanan servis kendaraan.

Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran bagi bengkel dan pelanggan agar kedepannya lebih hati-hati dan teliti dalam memilih jasa servis.

Pemilik motor, Budi (nama samaran), merasa kecewa karena berharap motor kesayangannya bisa kembali prima setelah perbaikan besar. “Baru jalan sebentar, motor malah mogok lagi. Ini sangat mengecewakan,” ujarnya.

Budi berharap bengkel bertanggung jawab atas kerusakan yang muncul kembali dan melakukan perbaikan ulang tanpa biaya tambahan. Kasus ini menjadi peringatan penting bagi konsumen agar lebih berhati-hati memilih bengkel dan menuntut garansi atas layanan servis.

Skintific